IELTS Speaking Part 2 · Orang

Describe a person who taught you a skill

Ceritakan orang yang mengajarimu suatu keterampilan

Cue card (kartu topik)

Describe a person who taught you a skillCeritakan orang yang mengajarimu suatu keterampilan

You should say:

  • who the person issiapa orang itu
  • what skill they taught youketerampilan apa yang dia ajarkan kepadamu
  • how they taught youbagaimana dia mengajarimu

and explain why this skill is important to youdan jelaskan mengapa keterampilan ini penting bagimu

Di halaman ini

Cara menjawab cue card ini

Kartu ini memeriksa apakah kamu bisa menceritakan kisah singkat tentang sebuah hubungan lalu mengubahnya menjadi alasan. Penguji mendengarkan urutan past tense yang jelas, bahasa tentang belajar dan usaha, serta penjelasan yang melampaui “it is useful”. Kartu ini juga dilaporkan dengan kata-kata “when you were a child”, sehingga guru dari masa kecilmu cocok sekali, dan cerita yang berlatar masa lalu memberimu alasan alami untuk memakai past tense sepanjang jawaban.

Sudut yang paling mudah adalah orang yang bisa kamu bayangkan dengan jelas: kerabat, tetangga, pelatih, atau guru sekolah. Pilih keterampilan yang punya langkah-langkah, seperti berenang, memasak, mengemudi, atau memainkan alat musik, karena langkah-langkah memberimu urutan untuk digambarkan. Keterampilan dengan pelajaran pertama, momen sulit, dan keberhasilan kecil jauh lebih mudah diceritakan daripada kemampuan yang kabur seperti “being polite”.

Pakai menit persiapan untuk menulis satu kata untuk setiap poin dan satu alasan untuk baris “explain”, lalu habiskan waktu paling banyak untuk “how they taught you”. Poin itulah tempat kamu bisa menunjukkan ragam bahasa: bagaimana orang itu menjelaskan, apa yang dia lakukan saat kamu salah, dan bagaimana perasaanmu. Tutup dengan alasan yang pribadi, bukan pernyataan umum.

Kosakata yang memperkuat jawaban ini

Frasa-frasa ini menggambarkan mengajar dan belajar dengan lebih tepat daripada “he taught me” dan “it was useful”.

Kata atau frasa Artinya Dalam kalimat
to show someone the ropes mengajari pemula cara sesuatu dikerjakan My cousin showed me the ropes on my first day in the kitchen.
to get the hang of something mulai paham cara melakukannya It took a week before I got the hang of it.
hands-on berdasarkan mengerjakan sendiri kegiatannya, bukan hanya mendengarkan She believed in hands-on learning, so I never just watched.
step by step pelan-pelan, satu bagian demi satu bagian He explained every movement step by step.
trial and error belajar dengan mencoba dan membuat kesalahan Most of what I know came from trial and error.
to take someone under your wing menjaga dan membimbing orang yang kurang berpengalaman My coach took me under his wing when I joined the team.
second nature sesuatu yang begitu akrab sehingga kamu melakukannya tanpa berpikir Now swimming is second nature to me.
to pass something on memberikan pengetahuan atau keterampilan kepada orang lain I want to pass this skill on to my own children.
endlessly patient tidak pernah kehilangan ketenangan, selama apa pun waktu yang dibutuhkan My teacher was endlessly patient with beginners.
to build confidence membuat seseorang merasa lebih yakin pada dirinya Learning to cook built my confidence in many other areas.

Rencana satu menit

Catatan yang bisa kamu tulis selama satu menit persiapan:

  • who: uncle Bakyt, my mother’s younger brother, near Almaty
  • skill: swimming, age eight, small lake, afraid of water at first
  • how: held my hands, legs first, then face in water, every weekend
  • why important: safety, confidence, taught my sister last year

Jawaban yang sama di Band 6, 7, dan 8

Tiga contoh jawaban di bawah ini menceritakan kisah yang persis sama — hanya bahasanya yang berubah. Arahkan kursor ke frasa yang disorot, atau ketuk frasa itu, untuk melihat apa yang akan diperhatikan penguji. Anggap semuanya sebagai gambaran bunyi tiap band, bukan naskah untuk dihafal.

Band 6

I would like to talk about my uncle Bakyt, who teachKesalahan sesaat pada tenses: seharusnya “taught” me to swim when I was about eight years old. He is my mother’s younger brother and he lives near Almaty, so every summer we visited his house. I remember the first lesson very well because I was, erPenanda jeda alami, kata pengisi yang ringan, really afraid of the water. We went to a small lake outside the city, and he don’t letKesalahan kata kerja bantu: seharusnya “didn’t let” me jump in at once. First he held my hands and showed me how to move my legs, and then he asked me to put my face in the water, which was the most difficult part. He told me that everybody is afraid at the beginning, and this made me feel a little better. Every weekend we practiseKesalahan sesaat pada tenses: seharusnya “practised” for about a month, and he was always patient and never shouted when I made a mistake. At the end I could swim across the shallow part alone, and I felt very happyKosakata dasar; membatasi Lexical Resource and proud. On the last day my mother brought some food to the lake and we had a small picnic together. This skill is important to me for two reasons. First, swimming can keep a person safe, and second, it gave me confidence, because before that month I was afraid of many thingKesalahan bentuk jamak: seharusnya “many things”. Now I can go to the sea with my friends and I do not worry. You knowFrasa pengisi yang dipakai sebagai penanda ragu, last year I teachKesalahan sesaat pada tenses: seharusnya “taught” my younger sister in the same way, and I think my uncle would be proud of both of us.

Band 7

I’d like to talk about my uncle Bakyt, who taught me to swim when I was about eight years old. He’s my mother’s younger brother and he lives near Almaty, so we spent every summer at his house. I remember the first lesson clearly because I was genuinely terrified of the waterPenguat dan kata sifat yang tepat dan alami. We went to a small lake outside the city, and he wouldn’t let me jump in until I’d got used to itPast perfect setelah “until” dipakai dengan akurat. First he held my hands and showed me how to kick, and then he ask meKesalahan sesaat pada tenses: seharusnya “asked me” to put my face in the water, which was by far the hardest part. He told me that everybody is afraid at the beginning, which made me feel a little better. We practised every weekend for about a month, and he was endlessly patientKolokasi yang tepat and never shouted when I made a mistake. By the end I could swim across the shallow part on my own, and I felt proud and a little bit relievedKosakata emosi yang alami. On the last day my mother brought some food to the lake and we had a small picnic together. The skill matters to me for two reasons. Firstly, swimming can keep a person safe, and secondly it gave me confidence, because before that month I used to be afraid of all sorts of things“Used to” untuk keadaan di masa lalu, dipakai dengan akurat. Nowadays I can go to the sea with my friends without worrying. What’s moreFrasa penghubung menambah satu poin dengan alami, last year I taught my younger sister in same wayKata sandang hilang: seharusnya “in the same way”, and I think my uncle would be proud of both of us.

Band 8

I’d like to talk about my uncle Bakyt, who taught me to swim when I was about eight. He’s my mother’s younger brother and lives near Almaty, so we spent every summer at his house. I remember the first lesson vividly, because I was petrified of the waterKata sifat yang kuat dan tepat. We went to a small lake outside the city, and he wouldn’t let me jump in until I’d got used to it. First he held my hands and showed me how to kick, and then he coaxed me into putting my face under the waterKata kerja yang tepat dengan pola kata kerja yang alami, which was by far the hardest part. He reassured me that everybody is afraid at the beginning, which helped more than I’d expected. We practised every weekend for about a month, and he was endlessly patient: not once did he raise his voiceInversi setelah keterangan negatif, dipakai dengan akurat when I got something wrong. By the end I could swim across the shallow part unaided, and I felt proud and quietly relieved. On the final day my mother brought food to the lake and we celebrated with a small picnic. The skill matters to me for two reasons. Firstly, it’s a matter of safety, since anyone who spends time near water ought to be able to swim. Secondly, it changed how I deal with fear: having managed that once, I stopped assuming I’d fail before I triedKlausa partisip perfect yang menghubungkan sebab dan akibat. Nowadays I can spend a day at the sea with friends without a flicker of worry. Funnily enoughPenanda wacana yang memperkenalkan kebetulan yang menyenangkan, last year I taught my younger sister in exactly the same way, which felt like passing the favour onRumusan idiomatis yang alami, and I suspect my uncle would be proud of us both.

Apa yang menaikkan band

  • Kesalahan sesaat pada tenses dan kata kerja bantu di Band 6 (“teach me”, “don’t let me”) sudah akurat di Band 7 (“taught me to swim”, “wouldn’t let me jump in until I’d got used to it”) dan tetap bersih di Band 8.
  • Band 6 bergantung pada “very happy” dan “always patient”; Band 7 menaikkan rasa takut dan gurunya menjadi “genuinely terrified of the water” dan “endlessly patient”; Band 8 menambahkan “petrified of the water” dan “coaxed me into putting my face under the water”.
  • Band 6 menyampaikan alasannya sebagai pernyataan polos (“it gave me confidence”); Band 8 menjelaskan apa yang berubah dengan “having managed that once, I stopped assuming I’d fail before I tried”.

Kesalahan umum di cue card ini

  • Menggambarkan orangnya panjang lebar, tetapi hanya sedikit bicara tentang bagaimana dia benar-benar mengajarimu.
  • Memilih keterampilan tanpa langkah-langkah, sehingga ceritanya tidak punya awal, tengah, atau akhir.
  • Hanya memberi alasan umum (“it is useful”), bukan alasan pribadi yang terhubung dengan hidupmu.
  • Tergelincir dari past tense ke present tense saat menceritakan kembali pelajarannya.

Pertanyaan Part 3 yang sering menyusul

Setelah giliran bicaramu yang berlangsung satu sampai dua menit, penguji biasanya melanjutkan ke diskusi Part 3 yang berkaitan — ini jenis pertanyaan lanjutan yang sering muncul seputar topik ini.

  1. Who is usually a better teacher of practical skills, a family member or a trained professional?Siapa yang biasanya lebih baik mengajarkan keterampilan praktis, anggota keluarga atau profesional terlatih?
  2. Which skills do you think every child should learn before leaving school?Keterampilan apa yang menurutmu harus dipelajari setiap anak sebelum lulus sekolah?
  3. Are practical skills valued as highly as academic qualifications in your country?Apakah keterampilan praktis dihargai setinggi kualifikasi akademik di negaramu?
  4. Do people learn a skill better in person or by watching online videos?Apakah orang belajar suatu keterampilan lebih baik secara langsung atau dengan menonton video online?
  5. What qualities make someone a good teacher, in your opinion?Menurutmu, sifat apa yang membuat seseorang menjadi guru yang baik?

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah keterampilannya harus sesuatu yang mengesankan?

Tidak. Berenang, memasak hidangan sederhana, naik sepeda, atau mengetik dengan cepat semuanya bisa menjadi jawaban yang baik. Yang penting kamu bisa menggambarkan bagaimana pelajarannya berlangsung dan mengapa keterampilan itu masih berarti bagimu, jadi pilih sesuatu yang bisa kamu ceritakan selama satu sampai dua menit tanpa mengarang detail.

Bolehkah saya membicarakan guru di sekolah atau pelatih?

Boleh. Kartu ini hanya meminta seseorang, jadi guru, pelatih, tetangga, atau kerabat semuanya cocok. Pilih orang yang cara mengajarnya paling bisa kamu gambarkan, dan katakan dengan jelas bagaimana kamu mengenalnya agar penguji mengikuti ceritanya.

Kartu ini kadang dilaporkan sebagai keterampilan yang dipelajari di masa kecil. Apakah itu mengubah jawaban saya?

Hanya latarnya. Kalau kamu mempelajari keterampilan itu waktu kecil, sebutkan usiamu dan gambarkan kenangannya dalam past tense. Tiga poin yang sama dan baris “explain” yang sama tetap berlaku, dan cerita masa kecil sering memberimu detail yang hidup untuk dipakai.

Cue card lain dalam kelompok ini

Satu cue card setiap hari di Telegram

Kartu Part 2 baru setiap pagi, dan satu topik kosakata setiap hari Minggu.

Gabung ke channel

Latih ini dengan umpan balik AI seketika

Rekam jawabanmu di aplikasi dan dapatkan analisis tata bahasa, kosakata, kefasihan, dan pelafalanmu dalam hitungan detik.

Aplikasi berbayar: berapa harganya · penagihan dan pengembalian dana · Dukungan

Tampilan aplikasi dalam bahasa Inggris; situs ini menjelaskannya dalam bahasa Indonesia.

Terkait di seluruh situs

Semua cue card →