IELTS Speaking Part 2 · Peristiwa dan pengalaman

Describe a time someone talked about something you were not interested in, but you kept listening

Ceritakan saat seseorang membicarakan hal yang tidak kamu minati, tetapi kamu terus mendengarkan

Cue card (kartu topik)

Describe a time someone talked about something you were not interested in, but you kept listeningCeritakan saat seseorang membicarakan hal yang tidak kamu minati, tetapi kamu terus mendengarkan

You should say:

  • who the person wassiapa orang itu
  • what they talked aboutapa yang dia bicarakan
  • why you kept listeningmengapa kamu terus mendengarkan

and explain how you felt about the experiencedan jelaskan bagaimana perasaanmu tentang pengalaman itu

Di halaman ini

Cara menjawab cue card ini

Kartu ini meminta cerita pendek dengan seseorang, sebuah topik, dan sebuah alasan, diikuti perasaan. Penguji mendengarkan urutan yang jelas dalam past tense, bahasa tentang perhatian dan kebosanan, dan apakah kamu bisa memberi motif atas perilakumu, bukan sekadar mengatakan “I was polite”. Baris explain menanyakan bagaimana perasaanmu, yang mengundang emosi campuran: ini kesempatan bagus untuk menunjukkan ragam.

Sudut yang paling mudah adalah momen bersama kerabat yang lebih tua, tetangga, atau rekan kerja yang berbicara panjang lebar tentang topik yang tidak kamu minati: radio tua, pertanian, tim sepak bola, koleksi perangko, masalah kesehatan. Kamu tidak perlu cerita yang dramatis. Malam yang tenang dengan satu orang, satu topik, dan satu alasan untuk tetap tinggal sudah cukup, dan perasaan yang sedikit mengejutkan di akhir akan membuat jawabanmu terasa tulus.

Habiskan satu atau dua kalimat untuk siapa dan apa, lalu berikan sebagian besar waktumu untuk mengapa kamu terus mendengarkan dan bagaimana perasaanmu. Karena jawabanmu berlangsung satu sampai dua menit, hindari menceritakan ulang apa yang sebenarnya dikatakan orang itu, dan fokuslah pada reaksimu, yang menjadi hal yang dinilai penguji.

Kosakata yang memperkuat jawaban ini

Frasa-frasa ini menggambarkan perhatian, kebosanan, dan sopan santun dengan lebih tepat daripada “it was boring”.

Kata atau frasa Artinya Dalam kalimat
to be bored to tears sangat bosan At first I was bored to tears.
to switch off berhenti memperhatikan I could feel myself starting to switch off.
to go on and on berbicara lama tanpa berhenti He went on and on about old radios.
to be polite enough to listen menunjukkan sopan santun dengan memperhatikan I was polite enough to listen to the end.
out of respect karena kamu menghargai atau mengagumi seseorang I stayed out of respect for his age.
to nod along mengangguk untuk menunjukkan kamu mengikuti atau setuju I just nodded along and smiled.
to hold someone’s attention membuat seseorang tetap tertarik His enthusiasm held my attention more than the topic.
to be lost in thought begitu tenggelam dalam pikiran sampai tidak memperhatikan hal lain He was lost in thought as he remembered the past.
to be touched merasakan emosi yang lembut karena kebaikan seseorang I was touched that he wanted to share it with me.
not my cup of tea bukan sesuatu yang kamu nikmati Technical repairs are not really my cup of tea.

Rencana satu menit

Catatan yang bisa kamu tulis selama satu menit persiapan:

  • who: Mr Farooq, elderly neighbour, Lahore
  • what: repairing old radios, last winter, when I returned a dish
  • why I kept listening: lives alone, so happy to talk, looked proud
  • feeling: bored at first, then touched, glad I stayed

Jawaban yang sama di Band 6, 7, dan 8

Tiga contoh jawaban di bawah ini menceritakan kisah yang persis sama — hanya bahasanya yang berubah. Arahkan kursor ke frasa yang disorot, atau ketuk frasa itu, untuk melihat apa yang akan diperhatikan penguji. Anggap semuanya sebagai gambaran bunyi tiap band, bukan naskah untuk dihafal.

Band 6

I would like to describe a time when my neighbour talked about something I was not interested in. His name is Mr Farooq, he is an old man who liveKesalahan kesesuaian subjek dan kata kerja: seharusnya “lives” alone in the house next to ours in Lahore. Last winter my mother askKesalahan sesaat pada tenses: seharusnya “asked” me to return a dish to him, and when I arrived he invited me inside for tea. It was a cold evening and his room was small but warm. Then he started to talk about repairing old radios. He showed me many small parts on his table and explained how every one works, you knowFrasa pengisi yang dipakai sebagai penanda ragu, for almost an hour. He told me that his father teachKesalahan sesaat pada tenses: seharusnya “taught” him the job when he was twelve, and that he still keeps the first radio he ever repaired on a shelf. Honestly, technical things are not interesting for me, and I was, erPenanda jeda yang wajar, kata pengisi kecil, very bored and I wanted to go home. But I keepKesalahan sesaat pada tenses: seharusnya “kept” listening because he lives alone and I think nobody visits him often. Also I remembered that my grandfather died last year, and I wished I could listen to his stories again. He looked so happyKata sifat dasar; “animated” atau “delighted” akan mendapat skor lebih tinggi when he was talking that I did not want to make him sadRumusan dasar; “disappoint him” akan mendapat skor lebih tinggi. I nodded and asked some questions, and in the end I understandKesalahan sesaat pada tenses: seharusnya “understood” a little about the radios too. I felt tired but also happy, and when I left he said that I was a very good boyRumusan dasar dan agak kekanak-kanakan; membatasi Lexical Resource.

Band 7

I’d like to describe a time when my neighbour talked about something I wasn’t interested in. His name is Mr Farooq, and he’s an elderly man who lives alone in the house next to ours in Lahore. Last winter my mother asked me to return a dish to him, and when I arrived he invited me inside for tea. It was a cold evening, and his small room was warm. Then he started to talk about repairing old radios. He showed me lots of small parts on his table and explained how each one works, for almost an hour. He told me that his father had taught him the job when he was twelve, and that he still keeps the first radio he ever repaired on a shelf. Honestly, technical things have never interested me, and I was bored to tearsUngkapan idiomatis yang dipakai dengan akurat and wanted to go home. But I kept listening because he lives alone and I don’t think anybody visits him often. I also remembered that my own grandfather died last year, and I’d have given a lot to hear his stories again. He looked so animatedPilihan kata sifat yang tepat when he was talking that I didn’t wantedKesalahan bentuk: seharusnya “didn’t want” to disappoint him. I nodded and asked a few questions, and in the end I understood a little about the radios tooPast simple dipakai dengan akurat untuk menutup cerita. I felt tired but also strangely touchedPerasaan campuran yang alami dan menambah kedalaman, and when I left he said I was a good listener.

Band 8

I’d like to describe a time when my neighbour talked about something I wasn’t interested in. His name is Mr Farooq, an elderly man who lives alone in the house next to ours in Lahore. Last winter my mother asked me to return a dish to him, and when I arrived he invited me in for tea. It was a cold evening, and his small room smelled of tea and old wood. Then he started on the subject of repairing old radios. He laid out lots of small parts on his table and explained how each one works, for almost an hour. He mentioned that his father had taught him the trade at twelve, and that the first radio he ever repaired still sits on a shelf above his table. Honestly, technical things have never interested me, and I was bored to tearsUngkapan idiomatis yang dipakai dengan akurat and longing to go home. But I kept listening because he lives alone and I doubt many people visit him. I also thought of my own grandfather, who died last year, and how much I’d give to hear one of his stories again. He looked so animatedPilihan kata sifat yang tepat while he talked that I couldn’t bring myself to disappoint him. I nodded along, asked a few questions, and by the end I had actually understood a little about the radiosPast perfect dipakai dengan alami untuk menunjukkan hasil yang tak terduga. I felt tired but also strangely touchedPerasaan campuran yang alami dan menambah kedalaman, and as I left he told me I was a good listener, which meant more to me than I had expectedKlausa penutup reflektif yang menghubungkan pujian dengan perasaan.

Apa yang menaikkan band

  • Kesalahan sesaat pada tenses di Band 6 (“who live”, “my mother ask”, “I keep listening”) sudah akurat di Band 7 (“who lives”, “my mother asked”, “I kept listening”) dan tetap bersih di Band 8.
  • Band 6 mengandalkan “very bored” dan “very good boy”; Band 7 meningkatkannya menjadi “bored to tears”; Band 8 menambahkan “couldn’t bring myself to disappoint him” untuk menunjukkan alasan tetap tinggal yang berkaitan dengan watak, bukan sekadar sopan santun.
  • Band 6 berakhir dengan pujian (“a very good boy”); Band 7 melaporkan “I was a good listener”; Band 8 ditutup dengan refleksi: “which meant more to me than I had expected”.

Kesalahan umum di cue card ini

  • Menghabiskan seluruh jawaban untuk menceritakan ulang topik orang lain alih-alih menjelaskan mengapa kamu terus mendengarkan.
  • Memberi hanya satu alasan, seperti “I was polite”, tanpa menghubungkannya dengan perasaan atau hubungan.
  • Mencampur present dan past tense di tengah cerita, terutama setelah kata “then” dan “but”.
  • Melupakan baris “how you felt” di akhir dan menghentikan jawaban saat percakapan itu berakhir.

Pertanyaan Part 3 yang sering menyusul

Setelah giliran bicaramu yang berlangsung satu sampai dua menit, penguji biasanya melanjutkan ke diskusi Part 3 yang berkaitan — ini jenis pertanyaan lanjutan yang sering muncul seputar topik ini.

  1. Why do some people find it hard to listen without interrupting?Mengapa sebagian orang sulit mendengarkan tanpa menyela?
  2. Is it ever polite to tell someone that you are not interested in what they are saying?Apakah pernah sopan mengatakan kepada seseorang bahwa kamu tidak tertarik pada apa yang dia katakan?
  3. Do you think older people need someone to listen to them more than younger people do?Menurutmu, apakah orang yang lebih tua lebih membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan mereka daripada orang yang lebih muda?
  4. What makes a person a good listener, in your opinion?Menurutmu, apa yang membuat seseorang menjadi pendengar yang baik?
  5. Has technology made people worse at listening to each other?Apakah teknologi membuat orang makin buruk dalam mendengarkan satu sama lain?

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana kalau saya tidak pernah mengalami situasi seperti ini?

Pilih pengalaman nyata yang paling dekat, seperti cerita keluarga yang panjang, ceramah di sekolah, atau kerabat yang berbicara tentang hobi yang tidak kamu sukai. Kalau ingatannya jujur dan spesifik, penguji tidak peduli sekecil apa kejadiannya.

Apakah saya harus mengatakan bahwa topiknya akhirnya menjadi menarik?

Tidak. Kamu boleh mengatakan bahwa kamu tetap bosan sepanjang waktu dan terus mendengarkan karena hormat, baik hati, atau sopan. Alasan yang jelas yang terpenting, dan perasaan campuran, misalnya bosan tetapi tersentuh, sering terdengar lebih alami daripada akhir yang sempurna.

Seberapa banyak topiknya perlu saya gambarkan?

Cukup supaya ceritanya jelas. Sebutkan topiknya dan beri satu atau dua detail, lalu lanjut ke mengapa kamu terus mendengarkan. Kartu ini sebenarnya tentang perilaku dan perasaanmu, bukan tentang topik pembicaraan orang lain.

Cue card lain dalam kelompok ini

Satu cue card setiap hari di Telegram

Kartu Part 2 baru setiap pagi, dan satu topik kosakata setiap hari Minggu.

Gabung ke channel

Latih ini dengan umpan balik AI seketika

Rekam jawabanmu di aplikasi dan dapatkan analisis tata bahasa, kosakata, kefasihan, dan pelafalanmu dalam hitungan detik.

Aplikasi berbayar: berapa harganya · penagihan dan pengembalian dana · Dukungan

Tampilan aplikasi dalam bahasa Inggris; situs ini menjelaskannya dalam bahasa Indonesia.

Terkait di seluruh situs

Semua cue card →