Panduan · Masalah
· 6 menit baca

Mengapa Part 3 dan 4 IELTS Listening lebih sulit dan cara mengatasinya

Jawaban singkat

Part 3 dan 4 terasa lebih sulit karena isinya berubah. IELTS.org menggambarkan Part 3 sebagai diskusi antara dua pembicara utama dalam konteks pendidikan atau pelatihan, dan Part 4 sebagai satu pembicara tentang suatu mata pelajaran akademik. Di Part 3 kamu harus melacak siapa berkata apa dan siapa yang setuju. Di Part 4 kamu harus mengikuti sebuah argumen tanpa suara kedua, memakai kata penanda alur dan tekanan untuk melihat ke mana arahnya.

“Hear it again” di aplikasi memutar ulang baris tempat sebuah jawaban berasal, dan “Transcript” menampilkan naskah dengan baris itu disorot, jadi kamu bisa melihat seperti apa bunyi sebuah kesalahan di Part 3 atau 4.

iOS dan Android

Tampilan aplikasi dalam bahasa Inggris; situs ini menjelaskannya dalam bahasa Indonesia.

Di halaman ini

Banyak peserta tes merasa paruh kedua IELTS Listening lebih sulit daripada paruh pertama. Soalnya bernilai satu poin yang sama, tetapi rekamannya berbeda jenis. Panduan ini menjelaskan apa yang berubah di Part 3 dan 4, apa yang sebenarnya dikatakan IELTS.org dan IDP tentang keduanya, dan cara berlatih menghadapi perubahan itu. Untuk tata letak seluruh tes, lihat panduan format tes IELTS Listening dan jenis soalnya.

Poin penting

  • Part 3 adalah diskusi antara dua pembicara utama. Lacak pendapat setiap pembicara, bukan hanya topiknya.
  • Part 4 adalah satu pembicara tentang suatu mata pelajaran akademik. Ikuti strukturnya lewat kata penanda alur dan tekanan.
  • Pendapat dan fakta adalah jawaban yang berbeda. Periksa mana yang diminta soal.
  • Soal datang sesuai urutan rekaman. Jadikan lembar soal sebagai catatanmu.

Apa yang berubah setelah Part 2

Halaman format Listening di IELTS.org menyatakan bahwa Part 1 dan 2 berlatar konteks sosial sehari-hari, dan Part 3 dan 4 berlatar konteks pendidikan dan pelatihan. Contohnya adalah percakapan tentang pengaturan perjalanan di Part 1 dan pidato tentang fasilitas setempat di Part 2. Untuk Part 3, contohnya dua mahasiswa yang berdiskusi, mungkin dipandu seorang tutor, dan untuk Part 4 seorang pembicara yang menyampaikan suatu mata pelajaran akademik.

Tiga hal mengikuti dari gambaran itu. Kosakatanya lebih akademik. Diskusi di Part 3 punya setidaknya dua sudut pandang, dan seorang tutor bisa menambahkan suara ketiga. Dan Part 4 tidak menawarkan percakapan untuk disandari: satu orang berbicara, dan kamu mengikuti alurnya sendirian. Rekaman diputar sekali, dan setiap jawaban benar mendapat satu poin, seperti di Part 1 dan 2.

IELTS tidak mempublikasikan angka tentang berapa banyak peserta tes yang mendapat skor lebih rendah di Part 3 dan 4, jadi panduan ini tidak mengklaim angka apa pun. Kesulitannya adalah soal apa yang diminta rekaman darimu.

Part 3: siapa berkata apa, dan siapa yang setuju

Dalam sebuah diskusi, jawabannya sering kali bukan fakta. Jawabannya adalah pendapat seseorang, dan ada setidaknya dua orang. IDP menyarankan agar di bagian dengan beberapa pembicara kamu mencatat informasi tentang para pembicara, hubungan mereka, dan kaitannya dengan situasi itu.

Sebuah contoh rekaan: dua mahasiswa, Maya dan Jon, merencanakan proyek tentang kebisingan kota. Maya mengusulkan mewawancarai warga. Jon berpikir survei akan menjangkau lebih banyak orang. Maya berkata, “That’s fair, but surveys miss the detail.” Mereka sepakat memakai keduanya. Sebuah soal bertanya, “What does Jon think about interviews?” Jawabannya bukan “they miss the detail”, karena itu Maya. Peserta tes yang hanya melacak topik, bukan pembicaranya, menulis jawaban yang salah.

Langkah praktis:

  • Catat nama atau label setiap pembicara dari lembar soal sebelum rekaman mulai.
  • Kalau sebuah soal menyebut seorang pembicara, dengarkan hanya kata-kata pembicara itu.
  • Dengarkan persetujuan dan ketidaksetujuan. “Exactly”, “I suppose so”, dan “I’m not convinced” memberi tahu siapa yang sudah bergeser.

Siapa yang setuju, dan tentang apa

Sebuah soal bisa menanyakan hal yang disepakati para pembicara, atau apa yang akhirnya diputuskan salah satunya. Dalam diskusi, posisi akhir lebih penting daripada posisi awal. Ini versi diskusi dari jebakan koreksi diri dalam panduan kami tentang kesalahan umum dan jebakan di Listening: sebuah gagasan diajukan, diuji, dan kadang dilepas.

Pendapat versus fakta

Part 3 dan 4 sama-sama memuat pendapat. Pembicara mengatakan apa yang mereka pikirkan, bukan hanya apa yang mereka ketahui, dan soal memberi tahu mana yang diinginkannya.

Sebuah contoh rekaan: seorang dosen berkata, “The results were surprising. In my view the sample was too small, though the study found that two out of three participants improved.” Soal tentang apa yang ditemukan para peneliti menginginkan “improved”. Soal tentang apa yang dipikirkan dosen itu mengenai studinya menginginkan “too small”. Keduanya ada dalam kalimat yang sama.

Kata penanda sikap menandakan pendapat: “I think”, “in my view”, “surely”, “frankly”, “it seems to me”. Pernyataan lugas tentang apa yang diukur, dilakukan, atau diputuskan menandakan fakta. Baca pokok soal untuk petunjuk yang sama. “What does the speaker feel” menginginkan pendapat. “What did the study find” menginginkan fakta.

Part 4: satu pembicara tanpa suara kedua

Dalam sebuah kuliah, tidak ada yang menyela, tidak ada yang meminta penjelasan, dan pembicara tidak memperlambat diri demi kamu. IDP menyarankan mendengarkan kata penanda alur serta tekanan dan intonasi. IDP memberi “Firstly”, “On the other hand”, “Although”, “Because”, dan “Finally” sebagai contoh bahasa penanda alur, dan menyatakan bahwa pembicara akan memakai tekanan dan intonasi untuk menonjolkan informasi penting.

Sebuah contoh rekaan: “There were two main reasons for the decline. Firstly, the habitat shrank. On the other hand, some species adapted, although only in small numbers.” Setiap kata penanda memberi tahu informasi jenis apa yang menyusul. “Firstly” membuka sebuah alasan dan sebuah daftar. “On the other hand” memperkenalkan kontras, dan “although” memperkenalkan batasan atasnya. Soal tentang penyebab penurunan itu mengarahkanmu ke “Firstly”.

Tekanan membantu dengan cara yang sama. Pembicara yang berkata “the main reason” memberi tahu bahwa detail yang menyusul lebih penting daripada yang ada di sekitarnya.

Mencatat tidak diperlukan

Peserta tes yang bersiap untuk kuliah kadang mencoba membuat catatan lengkap. Kamu tidak perlu. IELTS.org menyatakan bahwa soal mengikuti urutan informasi di rekaman, jadi lembar soal sudah memberimu struktur ceramah itu: satu soal per tahap, berurutan. Jadikan lembar itu catatanmu. Garis bawahi kata kunci di lembar itu sebelum rekaman dimulai, dan tulis hanya jawabannya saat kamu mendengarnya.

Saat kamu kehilangan alur

Dalam sebuah kuliah, jawaban yang terlewat sulit dipulihkan karena ceramah terus bergerak. Jangan berhenti untuk memikirkannya. Lihat soal berikutnya yang belum terjawab dan dengarkan topiknya, karena urutan soal sesuai dengan urutan ceramah. Tebak yang terlewat kalau bisa, karena isian kosong tidak bisa menghasilkan poin, dan IELTS.org tidak menyebut pengurangan poin untuk jawaban yang salah. Satu poin yang hilang tetap satu poin yang hilang hanya jika kamu terus mendengarkan.

Jenis soal yang akan kamu temui

Halaman format Listening di IELTS.org mencantumkan enam jenis soal: pilihan ganda (multiple choice), mencocokkan (matching), memberi label pada denah, peta, atau diagram (plan, map or diagram labelling), melengkapi formulir, catatan, tabel, diagram alur, atau ringkasan (form, note, table, flow-chart or summary completion), melengkapi kalimat (sentence completion), dan soal jawaban singkat (short-answer questions). Halaman itu tidak menyebut jenis mana yang muncul di part mana atau seberapa sering masing-masing muncul, jadi bersiaplah untuk setiap jenis di kedua part. Panduan kami tentang soal pilihan ganda dan mencocokkan dan tentang soal melengkapi formulir, catatan, dan tabel membahas dua dari jenis soal itu secara rinci.

Aturan ejaan dan batas kata tetap berlaku. IDP menyatakan bahwa jawaban yang salah eja dinilai salah, dan bahwa “the bus” untuk instruksi satu kata dinilai salah.

Rencana mendengarkan untuk minggu-minggu terakhir

Rencana yang cocok untuk minggu-minggu terakhir sebelum tes bisa singkat dan spesifik.

  1. Minggu pertama: temukan titik awalmu. Kerjakan satu tes Listening penuh dengan rekaman diputar sekali. Catat poinmu di Part 3 dan 4 secara terpisah dari Part 1 dan 2.
  2. Minggu kedua: Part 3. Kerjakan diskusi. Setelah setiap rekaman, baca naskahnya dan tandai setiap tempat ketika para pembicara tidak setuju, berubah pikiran, atau saling mengoreksi.
  3. Minggu ketiga: Part 4. Kerjakan kuliah. Setelah masing-masing, garis bawahi kata penanda alur di naskah dan catat soal mana yang dituju oleh masing-masing kata itu.
  4. Minggu keempat: tes penuh. Kembali ke tes utuh yang diputar sekali. Bandingkan Part 3 dan 4 dengan poinmu di minggu pertama.

Buat setiap sesi singkat, dan habiskan lebih banyak waktu untuk mengulas daripada mendengarkan. Baris yang salah kamu dengar adalah tempat keuntungannya. Dengan IELTS Mentor AI kamu bisa memutar ulang baris tempat sebuah jawaban berasal lewat “Hear it again” (dengarkan lagi) dan membuka Transcript (transkrip) dengan baris itu disorot. Kalau kamu ingin memasukkan ini ke dalam jadwal bersama keterampilan lain, alat pembuat rencana belajar bisa membantu, dan panduan langkah Band 6 ke Band 7 di Listening menunjukkan di mana poin biasanya ditemukan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Mengapa Part 3 dan 4 terasa lebih sulit daripada Part 1 dan 2?

IELTS.org menempatkan Part 1 dan 2 dalam konteks sosial sehari-hari dan Part 3 dan 4 dalam konteks pendidikan atau pelatihan. Kosakatanya lebih akademik, gagasannya lebih abstrak, dan Part 4 hanya punya satu pembicara tanpa percakapan yang membantumu mengikuti. IELTS tidak mempublikasikan angka tentang tingkat kesulitan per part.

Haruskah saya membuat catatan selama Part 4?

Sebagian besar tidak. IELTS.org menyatakan bahwa soal mengikuti urutan informasi di rekaman, jadi lembar soal sudah memberimu struktur ceramah itu. Menulis catatanmu sendiri menghabiskan perhatian, dan kamu akan melewatkan jawaban berikutnya. Jadikan lembar soal sebagai catatanmu.

Apakah IELTS menyebut jenis soal mana yang muncul di Part 3 dan 4?

Tidak di halaman format Listening di IELTS.org. Halaman itu mencantumkan enam jenis soal untuk seluruh tes dan tidak menetapkannya ke part tertentu atau menyebut seberapa sering masing-masing muncul, jadi panduan yang mengklaim sebaliknya sedang menebak. Bersiaplah untuk setiap jenis di setiap part.

Bagaimana saya membedakan pendapat dari fakta dalam sebuah diskusi?

Dengarkan kata-kata yang menunjukkan sikap pembicara, seperti “I think”, “surely”, atau “to be honest”, dibandingkan dengan pernyataan lugas tentang apa yang terjadi atau apa yang ditemukan sebuah studi. Soal tentang apa yang dirasakan atau disarankan seorang pembicara menginginkan pendapat, dan soal tentang apa yang terjadi menginginkan fakta.

Bagaimana saya bisa melatih Part 4 kalau waktu saya sedikit?

Putar satu rekaman bergaya kuliah satu kali, beserta soalnya, lalu ulas baris yang terlewat. Satu rekaman yang didengar sekali dan diulas dengan benar lebih berguna daripada beberapa rekaman yang diputar sambil lalu. Cari kata penanda alur di naskah sesudahnya.

Latih ini dengan umpan balik AI seketika

Rekam jawabanmu di aplikasi dan dapatkan analisis tata bahasa, kosakata, kefasihan, dan pelafalanmu dalam hitungan detik.

Terkait

Terkait di seluruh situs

Semua panduan →