IELTS Speaking Part 2 · Orang

Describe a person who helped you solve a problem

Ceritakan orang yang membantumu memecahkan masalah

Cue card (kartu topik)

Describe a person who helped you solve a problemCeritakan orang yang membantumu memecahkan masalah

You should say:

  • what the problem wasapa masalahnya
  • when and where you faced itkapan dan di mana kamu menghadapinya
  • how this person helped you solve itbagaimana orang ini membantumu memecahkannya

and explain how you felt about the experiencedan jelaskan bagaimana perasaanmu tentang pengalaman itu

Di halaman ini

Cara menjawab cue card ini

Kartu ini meminta kamu menceritakan kisah kecil dengan bentuk yang jelas: sebuah masalah muncul, kamu tidak bisa menyelesaikannya sendiri, seseorang turun tangan, dan keadaan berubah. Penguji mendengarkan urutan yang rapi dalam past tense, kosakata tentang kesulitan dan kelegaan, dan apakah kamu bisa menyampaikan perasaanmu tanpa mengulang “happy” atau “stressed” lima kali.

Sudut yang paling mudah adalah masalah biasa dengan orang nyata di baliknya: kesalahan dalam studimu, formulir yang tidak bisa kamu isi, atau perbaikan sesuatu. Masalah sederhana yang kamu ingat dengan baik lebih unggul daripada masalah dramatis yang harus kamu karang, karena detail kecil, seperti harinya, ruangannya, dan apa yang dikatakan orang itu, membuat jawaban terdengar alami.

Singkat saja saat menceritakan masalah dan latarnya, lalu pakai sebagian besar waktumu untuk apa yang dilakukan orang itu dan untuk baris “explain” di akhir.

Kosakata yang memperkuat jawaban ini

Frasa-frasa ini menggambarkan kesulitan, bantuan, dan kelegaan dengan lebih tepat daripada “difficult” atau “happy”.

Kata atau frasa Artinya Dalam kalimat
to be at a loss tidak tahu harus berbuat apa I was completely at a loss, because nothing I tried worked.
to get to the bottom of something menemukan penyebab sebenarnya dari suatu masalah He was determined to get to the bottom of it.
a fresh pair of eyes orang baru yang melihat masalah tanpa asumsi Sometimes you just need a fresh pair of eyes.
to go through something line by line memeriksa setiap bagian dengan teliti, secara berurutan We went through the whole list line by line.
to figure something out memahami atau memecahkan sesuatu dengan berpikir After an hour, we finally figured out what had gone wrong.
to talk someone through something menjelaskan setiap langkah dengan sabar She talked me through the process from the beginning.
to sort something out menangani suatu masalah dan memperbaikinya I was glad that somebody could sort it out so quickly.
to lend a hand membantu seseorang mengerjakan suatu tugas He offered to lend a hand without being asked.
a weight off my mind perasaan lega setelah kekhawatiran berakhir Hearing that it was fixed was a weight off my mind.
to be in a bind berada dalam posisi sulit dengan sedikit pilihan I was in a bind because the deadline was the next day.

Rencana satu menit

Catatan yang bisa kamu tulis selama satu menit persiapan:

  • problem: shop stock list, numbers did not match
  • when, where: last November, family shop, Ulaanbaatar
  • who, how: Ganzorig, accountant, checked line by line, found double entries
  • feeling: stressed, then relieved, grateful, more confident

Jawaban yang sama di Band 6, 7, dan 8

Tiga contoh jawaban di bawah ini menceritakan kisah yang persis sama — hanya bahasanya yang berubah. Arahkan kursor ke frasa yang disorot, atau ketuk frasa itu, untuk melihat apa yang akan diperhatikan penguji. Anggap semuanya sebagai gambaran bunyi tiap band, bukan naskah untuk dihafal.

Band 6

I would like to talk about my cousin’s husband, Ganzorig, who helpKesalahan sesaat pada tenses: seharusnya “helped” me with a problem in my family’s shop last November. The shop is in Ulaanbaatar and it sells things for school, and I work there on Saturdays. My aunt owns it, and that year she was giving me more responsibility, so I wanted to do the job well. At that time I looked after the stock list on the computer, but the numbers on the screen wasKesalahan kesesuaian subjek dan kata kerja: seharusnya “were” not the same as the things on the shelves, and I did not know why. I was very stressedPenguat dan kata sifat dasar; membatasi Lexical Resource because my aunt wanted the report on Monday. I, erPenanda jeda yang wajar, kata pengisi kecil, tried to find the mistake for two evenings, but I could not. Then Ganzorig, who is an accountant, comeKesalahan sesaat pada tenses: seharusnya “came” to the shop on Sunday when it was closed. He sat next to me and checked the list line by line. After one hour he findKesalahan sesaat pada tenses: seharusnya “found” that two deliveries were written two times, so the total was too big. He also showed me an easy way to check the list every week, you knowFrasa pengisi yang dipakai sebagai penanda ragu, so I will not have the same problem again. I felt very happyKata sifat dasar; membatasi Lexical Resource and a little shy because the mistake was so simple. It was make meKesalahan bentuk: seharusnya “It made me” feel more confident about my work, and I am really thankful to him. Now I check the list every Saturday before I go home, and my aunt says the report is always correct.

Band 7

I’d like to talk about my cousin’s husband, Ganzorig, who helped me with a problem in my family’s shop last November. The shop is in Ulaanbaatar and sells school supplies, and I work there on Saturdays. My aunt owns it, and that year she’d started trusting me with more responsibility, so I wanted to do the job properly. At that time I was looking after the stock list on the computer, but the numbers on the screen didn’t match what was actually on the shelvesKlausa perbandingan yang akurat dengan past tense, and I couldn’t work out why. I was under a lot of pressureKolokasi yang alami sebagai ganti kata sifat dasar because my aunt wanted the report on Monday. I’d spent two evenings searching for the mistake and I was getting nowhere, to be honestPenanda wacana alami yang menandakan rasa frustrasi. Then Ganzorig, who’s an accountant, came to the shop on Sunday, when it was closed. He sat down beside me and went through the list line by line, and within an hour he’d found that two deliveries had been entered twice, which made the total far too high. He also showed me a simple way to check the list every week, so it wouldn’t happen again. Afterwards I felt enormously relievedPenguat dan kata sifat yang tepat, and a little embarrassed because the mistake was so much simpleKesalahan penguat: seharusnya “so simple”. It gave me a lot more confidenceFrasa alami untuk dampak yang bertahan lama in my work, and I’m genuinely grateful to him. These days I check the list before I leave every Saturday, and my aunt hasn’t found a single error since.

Band 8

I’d like to talk about my cousin’s husband, Ganzorig, who rescued me from a problem in my family’s shop last November. The shop, in Ulaanbaatar, sells school supplies, and I work there on Saturdays. My aunt owns it, and she had only recently started entrusting me with more responsibility, so I was determined to get it right. At the time I was responsible for the stock list on the computer, but the figures on the screen simply refused to match what was on the shelvesFrasa yang alami dan hidup dengan past tense yang akurat, and I couldn’t work out why. I was under real pressureKolokasi yang tepat, since my aunt expected the report on Monday, and after two evenings of searching I was at a complete lossFrasa idiomatis untuk tidak punya gagasan. Then Ganzorig, an accountant, came to the shop on Sunday, when it was closed. He sat beside me, went through the list line by line, and within an hour had spotted that two deliveries had been entered twice, which inflated the totalPast perfect dan klausa relatif yang dipakai dengan akurat. He also talked me through a simple weekly checkUngkapan phrasal yang tepat so that it wouldn’t happen again. I felt enormously relieved, and slightly embarrassed that the cause was so simple, but what stayed with me more than anythingPenanda wacana alami yang membuka refleksi was how patiently he explained it, without making me feel foolish. It was a weight off my mind, and it has made me far readier to ask for help early instead of struggling alone. These days I check the list before locking up every Saturday, and the weekly routine he suggested has not failed me once.

Apa yang menaikkan band

  • Kesalahan sesaat pada tenses di Band 6 (“who help me”, “Ganzorig, who is an accountant, come”) menjadi bentuk past yang akurat di Band 7 (“who helped me”, “came”), dan tetap bersih di Band 8.
  • Band 6 mengandalkan “very stressed” dan “very happy”; Band 7 memakai “under a lot of pressure” dan “enormously relieved”; Band 8 menambahkan “at a complete loss” dan “a weight off my mind”.
  • Band 6 berhenti di “I am really thankful to him”; Band 8 menutup dengan refleksi tentang bagaimana bantuan itu mengubah si pembicara, “far readier to ask for help early instead of struggling alone”.

Kesalahan umum di cue card ini

  • Menghabiskan sebagian besar waktu untuk latar belakang dan hanya memberi satu kalimat untuk apa yang dilakukan orang itu.
  • Menjawab ketiga poin lalu melupakan baris terakhir, “how you felt about the experience”.
  • Beralih ke present tense saat menceritakan kembali momen orang itu tiba atau menemukan jawabannya.
  • Memilih masalah yang selesai dalam sekejap, sehingga tidak ada yang bisa diceritakan tentang bantuannya.

Pertanyaan Part 3 yang sering menyusul

Setelah giliran bicaramu yang berlangsung satu sampai dua menit, penguji biasanya melanjutkan ke diskusi Part 3 yang berkaitan — ini jenis pertanyaan lanjutan yang sering muncul seputar topik ini.

  1. Why do some people find it hard to ask for help when they have a problem?Mengapa sebagian orang sulit meminta bantuan saat punya masalah?
  2. Is it better to try to solve a problem alone first, or to ask someone straight away?Mana yang lebih baik, mencoba memecahkan masalah sendiri dulu atau langsung meminta bantuan orang lain?
  3. Which kinds of problems are best left to experts rather than friends or family?Masalah jenis apa yang sebaiknya diserahkan kepada ahli, bukan kepada teman atau keluarga?
  4. How has the internet changed the way people look for solutions to everyday problems?Bagaimana internet mengubah cara orang mencari solusi untuk masalah sehari-hari?
  5. Should schools spend more time teaching children how to solve problems on their own?Haruskah sekolah lebih banyak mengajarkan anak cara memecahkan masalah sendiri?

Pertanyaan yang sering diajukan

Haruskah masalahnya serius?

Tidak. Masalah kecil yang praktis, seperti kesalahan dalam sebuah dokumen atau formulir yang membingungkan, sering menjadi jawaban yang lebih baik daripada masalah yang dramatis, karena kamu bisa menggambarkan tiap langkahnya dengan jelas.

Bolehkah orang yang membantu saya adalah orang asing?

Boleh. Penjaga toko, tetangga, atau orang yang kebetulan kamu temui bisa menjadi pilihan yang baik, asalkan kamu menjelaskan dengan tepat apa yang mereka lakukan dan menjaga fokus pada bantuannya.

Bagaimana kalau saya menyelesaikan sebagian besar masalahnya sendiri?

Pilih momen lain, atau jujurlah tentang bagian yang dikerjakan orang lain. Penguji menginginkan urutan yang jelas dan orang yang nyata, bukan cerita yang mengesankan.

Cue card lain dalam kelompok ini

Satu cue card setiap hari di Telegram

Kartu Part 2 baru setiap pagi, dan satu topik kosakata setiap hari Minggu.

Gabung ke channel

Latih ini dengan umpan balik AI seketika

Rekam jawabanmu di aplikasi dan dapatkan analisis tata bahasa, kosakata, kefasihan, dan pelafalanmu dalam hitungan detik.

Aplikasi berbayar: berapa harganya · penagihan dan pengembalian dana · Dukungan

Tampilan aplikasi dalam bahasa Inggris; situs ini menjelaskannya dalam bahasa Indonesia.

Terkait di seluruh situs

Semua cue card →