IELTS Speaking Part 2 · Peristiwa dan pengalaman

Describe a time you changed your opinion

Ceritakan saat kamu mengubah pendapatmu

Cue card (kartu topik)

Describe a time you changed your opinionCeritakan saat kamu mengubah pendapatmu

You should say:

  • what your original opinion wasapa pendapat awalmu
  • when this happenedkapan hal itu terjadi
  • why you changed itmengapa kamu mengubahnya

and explain how you felt about itdan jelaskan bagaimana perasaanmu tentang hal itu

Di halaman ini

Cara menjawab cue card ini

Kartu ini menguji apakah kamu bisa menggambarkan perubahan seiring waktu: kamu berpikir satu hal, sesuatu terjadi, lalu kamu berpikir lain. Penguji mendengarkan bahasa kontras, past tense yang konsisten, dan alasan, karena poin ketiga meminta kamu menjelaskan sebuah keputusan di dalam kepalamu.

Sudut yang paling mudah adalah kesan pertama yang ternyata salah: teman sekelas, rekan kerja, mata pelajaran yang tidak kamu sukai, atau tempat yang kamu kira membosankan. Cerita seperti ini datang dengan detail yang alami dan memungkinkanmu menutup dengan renungan tentang menilai terlalu cepat.

Singkat saja saat menyebut pendapat awal dan beri label yang jelas, lalu pakai sebagian besar waktumu untuk titik baliknya dan untuk baris “explain” di akhir. Hindari pendapat yang sangat abstrak tentang politik, karena sulit diceritakan sebagai kisah.

Kosakata yang memperkuat jawaban ini

Frasa-frasa ini menggambarkan pendapat, kesan pertama, dan perubahan pikiran dengan lebih tepat daripada “I thought” atau “I changed”.

Kata atau frasa Artinya Dalam kalimat
a first impression pendapat yang terbentuk saat pertama kali bertemu seseorang My first impression of him was completely wrong.
to jump to conclusions memutuskan sesuatu terlalu cepat, tanpa cukup fakta I jumped to conclusions and never gave him a chance.
to come across as tampak bagi orang lain sebagai orang yang begitu He came across as cold, but he was only nervous.
reserved pendiam dan tidak mudah menunjukkan perasaan He is a reserved person who rarely starts a conversation.
to have a change of heart mengubah perasaan atau keputusanmu After that week, I had a complete change of heart.
to see someone in a new light memahami seseorang dengan cara yang berbeda The project made me see him in a new light.
to turn out to be ternyata menjadi, setelah beberapa waktu He turned out to be one of the kindest people I know.
to eat my words mengakui bahwa sesuatu yang pernah kamu katakan salah I had to eat my words in front of my friends.
open-minded mau mendengarkan gagasan yang berbeda I try to be more open-minded these days.
to judge a book by its cover membentuk pendapat hanya dari penampilan It taught me not to judge a book by its cover.

Rencana satu menit

Catatan yang bisa kamu tulis selama satu menit persiapan:

  • opinion: Mwila, classmate, proud and unfriendly
  • when: second year, March, university in Lusaka
  • why changed: pair presentation, notes, late library evenings, shy not proud
  • feeling: embarrassed, then glad, now close friends

Jawaban yang sama di Band 6, 7, dan 8

Tiga contoh jawaban di bawah ini menceritakan kisah yang persis sama — hanya bahasanya yang berubah. Arahkan kursor ke frasa yang disorot, atau ketuk frasa itu, untuk melihat apa yang akan diperhatikan penguji. Anggap semuanya sebagai gambaran bunyi tiap band, bukan naskah untuk dihafal.

Band 6

I would like to talk about a time when I changed my opinion about a classmate called Mwila. I amKesalahan sesaat pada tenses: seharusnya “was” in my second year at the university in Lusaka, in Zambia, and Mwila was in my department, so we had many lessons together. Before that, I thought he was very proudKata sifat dasar; membatasi Lexical Resource because he never talked to anybody and he always sat alone at the back. I, erPenanda jeda yang wajar, kata pengisi kecil, never tried to speak to him, and I told my friends he thinkKesalahan sesaat pada tenses: seharusnya “thought” he was better than us. Then in March our lecturer put us in a pair for a presentation, and I was not happy about it. In the first meeting he didn’t saidKesalahan bentuk: seharusnya “didn’t say” much, but he brought notes that were very clear and he explainKesalahan sesaat pada tenses: seharusnya “explained” the difficult parts to me. He stayed in the library until late with me to practise the slides. Then I understood that he was not proud, he was just very shyKata sifat dasar; membatasi Lexical Resource and he did not know how to start a conversation. So I changed my mind, because I saw his behaviour and not only my first idea. I felt embarrassed because I judged him too fast, you knowFrasa pengisi yang dipakai sebagai penanda ragu, and also happy because I found a good friend. Now we isKesalahan kesesuaian subjek dan kata kerja: seharusnya “are” close friends and we study together every week. Now I try to wait before I decide about people, because Mwila showed me that the first idea can be wrong. He is also very funny when you know him.

Band 7

I’d like to talk about a time when I changed my opinion about a classmate called Mwila. I was in my second year at the university in Lusaka, in Zambia, and Mwila was in my department, so we shared several lessons. At first I thought he was stuck-upKata informal tetapi tepat untuk orang yang sombong, because he never talked to anybody and always sat alone at the back. I never tried to speak to him, and I told my friends he thinkKesalahan sesaat pada tenses: seharusnya “he thought” he was better than the rest of us. Then in March our lecturer put us in a pair for a presentation, and I wasn’t thrilled. In our first meeting he said very little, but he’d brought notes that were really clear, and he patiently explained the parts I hadn’t understoodPast perfect yang dipakai dengan akurat dalam klausa relatif. He even stayed in the library until late to practise the slides with me. That’s when I realised he wasn’t proud at all, he was simply very reservedKoreksi diri yang terdengar alami and had no idea how to start a conversation. So I had a change of heartFrasa idiomatis untuk mengubah pendapat, because I’d seen his behaviour with my own eyes. I felt embarrassed ofKesalahan kata depan: seharusnya “embarrassed about” judging him so quickly, but also glad that I’d made a good friend. We’re close now, and we study together every week. I try to wait before deciding anything about someone these days, because Mwila showed me how wrong a first idea can be. He’s also hilarious once you know him.

Band 8

I’d like to talk about a time when I changed my opinion about a classmate called Mwila. I was in my second year at the university in Lusaka, in Zambia, and Mwila was in my department, where we shared most of our lectures. At first I took him for an arrogant person, since he never spoke to anyone and always sat alone at the back, and rather than make an effort to talk to him, I told my friends that he thought he was better than the rest of usStruktur kontras dengan reported speech yang akurat. Then in March our lecturer paired us for a presentation, which I wasn’t looking forward to. In our first meeting he said very little, but he’d prepared notes that were remarkably clear, and he patiently went over everything I hadn’t grasped. He even stayed in the library until late to rehearse the slides with me. That was when it dawned on mePenanda wacana alami untuk momen menyadari sesuatu that he wasn’t arrogant at all, merely reservedPilihan kata yang tepat, and simply had no idea how to start a conversation. I had to eat my wordsFrasa idiomatis untuk mengakui kesalahan in front of my friends. I felt embarrassed that I’d jumped to conclusionsIdiom yang tepat untuk menilai terlalu cepat, but mostly glad, because I’d gained a good friend. We study together every week now, and he has turned out to be remarkably funny once you know him. These days I try to hold back from judging people until I’ve seen how they actGerund dan klausa bawahan yang akurat.

Apa yang menaikkan band

  • Kesalahan sesaat pada tenses di Band 6 (“I am in my second year”, “he think he was better than us”) menjadi bentuk past yang akurat di Band 7 (“I was in my second year”) dan tetap bersih di Band 8.
  • Band 6 mengandalkan “very proud” dan “very shy”; Band 7 memakai “stuck-up” dan “had a change of heart”; Band 8 menambahkan “merely reserved” dan “jumped to conclusions”.
  • Band 6 menggambarkan masa kini hanya dengan “we study together every week”; Band 8 berakhir pada apa yang kini dilakukan si pembicara secara berbeda, “hold back from judging people until I’ve seen how they act”.

Kesalahan umum di cue card ini

  • Menggambarkan pendapat itu sendiri panjang lebar dan hanya sedikit bicara tentang momen yang mengubahnya.
  • Memilih pandangan yang begitu umum sehingga tidak ada peristiwa untuk diceritakan, dan poin ketiga, “why you changed it”, tidak punya cerita.
  • Melupakan baris terakhir, “how you felt about it”, atau menjawabnya hanya dengan “I felt good”.
  • Mencampur present dan past tense saat berpindah dari pendapat lama ke pendapat baru.

Pertanyaan Part 3 yang sering menyusul

Setelah giliran bicaramu yang berlangsung satu sampai dua menit, penguji biasanya melanjutkan ke diskusi Part 3 yang berkaitan — ini jenis pertanyaan lanjutan yang sering muncul seputar topik ini.

  1. Why do many people find it hard to admit that they were wrong?Mengapa banyak orang sulit mengakui bahwa mereka salah?
  2. How reliable do you think first impressions are?Menurutmu, seberapa bisa diandalkan kesan pertama?
  3. Is changing your opinion a sign of strength or a sign of weakness?Apakah mengubah pendapat itu tanda kekuatan atau tanda kelemahan?
  4. Does social media make people more or less willing to change their views?Apakah media sosial membuat orang lebih mau atau kurang mau mengubah pandangan mereka?
  5. Should schools teach students to question their own opinions?Haruskah sekolah mengajarkan siswa untuk mempertanyakan pendapat mereka sendiri?

Pertanyaan yang sering diajukan

Haruskah pendapatnya tentang hal yang penting?

Tidak. Pandangan tentang teman sekelas, jenis makanan, olahraga, atau sebuah kota sudah cukup. Yang diinginkan penguji adalah sebelum dan sesudah yang jelas, serta alasan perubahan yang bisa kamu jelaskan dengan kata-katamu sendiri.

Bolehkah saya menceritakan perubahan pendapat tentang seseorang?

Boleh, dan ini pilihan yang populer karena ceritanya mudah disampaikan. Ceritakan apa yang terjadi hingga kamu berubah pikiran, lalu pakai bagian terakhir untuk perasaanmu tentang hal itu sekarang.

Bagaimana kalau saya tidak ingat pernah mengubah pikiran?

Pikirkan kesan pertama yang ternyata salah, misalnya tentang seorang guru, sebuah mata pelajaran, atau sebuah perjalanan. Contoh kecil yang jujur lebih baik daripada contoh dramatis yang dikarang.

Cue card lain dalam kelompok ini

Satu cue card setiap hari di Telegram

Kartu Part 2 baru setiap pagi, dan satu topik kosakata setiap hari Minggu.

Gabung ke channel

Latih ini dengan umpan balik AI seketika

Rekam jawabanmu di aplikasi dan dapatkan analisis tata bahasa, kosakata, kefasihan, dan pelafalanmu dalam hitungan detik.

Aplikasi berbayar: berapa harganya · penagihan dan pengembalian dana · Dukungan

Tampilan aplikasi dalam bahasa Inggris; situs ini menjelaskannya dalam bahasa Indonesia.

Terkait di seluruh situs

Semua cue card →