IELTS Speaking Part 2 · Peristiwa dan pengalaman

Describe a difficult decision you made

Ceritakan keputusan sulit yang pernah kamu buat

Cue card (kartu topik)

Describe a difficult decision you madeCeritakan keputusan sulit yang pernah kamu buat

You should say:

  • what the decision wasapa keputusannya
  • when you had to make itkapan kamu harus membuatnya
  • what your options wereapa saja pilihanmu

and explain why this decision was difficult for youdan jelaskan mengapa keputusan ini sulit bagimu

Di halaman ini

Cara menjawab cue card ini

Kartu ini menguji apakah kamu bisa menjelaskan penalaran dan menimbang berbagai alternatif dengan tenses lampau, bukan hanya menceritakan kejadian. Penguji mendengarkan bahasa perbandingan dan akibat — “on one hand”, “the trouble was”, “in the end” — karena begitulah keputusan yang benar-benar sulit terdengar ketika seseorang menceritakannya.

Pilih keputusan dengan dua pilihan nyata yang saling bersaing, bukan pilihan yang jawabannya sudah jelas, karena keputusan yang tidak punya sisi buruk di kedua pihak sulit terdengar sulit. Memilih antara dua tawaran universitas, berganti arah karier, atau pindah jauh dari keluarga adalah pilihan umum dan masuk akal yang dengan sendirinya melibatkan untung-rugi.

Gunakan pembukaan untuk menjelaskan apa keputusannya dan kira-kira kapan kamu menghadapinya, bagian tengah untuk memaparkan pilihanmu secara berdampingan, dan bagian akhir untuk alasan mengapa keputusan itu sulit. Biasanya itu berarti menyebutkan apa yang kamu takut kehilangan, apa pun pilihanmu, karena itulah yang diminta instruksi “explain” untuk kamu uraikan.

Kosakata yang memperkuat jawaban ini

Frasa-frasa ini menggambarkan proses menimbang pilihan dan akibatnya dengan lebih alami daripada “it was difficult to choose”.

Kata atau frasa Artinya Dalam kalimat
weigh up the options mempertimbangkan untung-rugi dengan saksama I spent a week weighing up the options before deciding.
on the one hand / on the other dipakai untuk membandingkan dua sisi sebuah persoalan On the one hand it paid better, on the other it meant relocating.
a tough call keputusan yang sulit It was a tough call, honestly, right up until the deadline.
torn between (two things) bimbang di antara dua hal I was torn between staying close to home and taking the opportunity.
there was no easy answer tidak ada satu pilihan pun yang jelas lebih baik There was no easy answer, since both choices had real downsides.
have second thoughts mulai ragu terhadap keputusan yang sudah dibuat I had second thoughts almost immediately after signing.
in hindsight melihat ke belakang dengan pengetahuan tentang apa yang terjadi In hindsight, I think I made the right call.
a leap of faith keputusan yang diambil meski tidak pasti Taking the job abroad felt like a leap of faith.
come to a decision akhirnya memutuskan, sering setelah menimbang lama I finally came to a decision the night before the deadline.
weigh heavily on someone membuat seseorang terus cemas atau tertekan The decision weighed heavily on me for weeks beforehand.

Rencana satu menit

Catatan yang bisa kamu tulis selama satu menit persiapan:

  • decision: accept job offer abroad or stay near family
  • when: last year, final year of studies
  • options: better opportunity abroad vs proximity to ageing parents
  • why hard: guilt about leaving, fear of missing out either way

Contoh jawaban

Ini salah satu contoh cara menyusun jawaban lengkap untuk kartu ini, untuk menunjukkan struktur dan level, bukan untuk diulang kata demi kata.

The decision I want to talk about is whether to accept a job offer abroad or stay close to my family, which came up last year during my final year of studies. I had been applying for jobs in a few different countries almost as a formality, not really expecting anything to come of it, and then I unexpectedly received a strong offer from a company overseas. On the one hand, it was a genuinely good opportunity, better than anything available locally at the time. On the other, my parents are getting older, and I knew that if I left, I would not be able to see them regularly or help out if anything went wrong. There really was no easy answer here; whichever way I chose, I was going to give something up. I remember weighing up the options for almost two weeks, making lists, talking to friends, even having second thoughts the day after I initially decided to accept it. What made it so difficult, honestly, was the guilt — I felt like choosing my career meant choosing myself over my family, even though logically I knew that was not entirely fair to myself. In the end I did accept the offer, and in hindsight, I still think it was the right call, but it was without question the hardest decision I have had to make.

Kesalahan umum di cue card ini

  • Memilih keputusan yang sebenarnya tidak sulit, sehingga tidak ada bahan yang tulus saat menjelaskan mengapa keputusan itu sulit.
  • Hanya menggambarkan satu pilihan dengan rinci dan tidak pernah menjelaskan alternatif yang kamu timbang sebagai pembandingnya.
  • Terlalu sering memakai “difficult” dan “hard” alih-alih bahasa perbandingan yang wajar muncul dalam keputusan yang benar-benar sulit.
  • Terburu-buru melewati penalaran dan langsung ke hasil, padahal itulah yang justru ditanyakan kartu ini.

Pertanyaan Part 3 yang sering menyusul

Setelah giliran bicara dua menitmu, penguji biasanya melanjutkan ke diskusi Part 3 yang berkaitan — ini jenis pertanyaan lanjutan yang sering muncul seputar topik ini.

  1. Are people generally better at making decisions alone or with advice from others?Apakah orang umumnya lebih pandai mengambil keputusan sendiri atau dengan saran dari orang lain?
  2. Do you think younger people find it harder to make big decisions than older generations?Menurutmu, apakah anak muda lebih sulit mengambil keputusan besar dibanding generasi yang lebih tua?
  3. How does having too many options make a decision more difficult?Bagaimana terlalu banyak pilihan membuat sebuah keputusan makin sulit?
  4. Is it better to make a quick decision or to take a long time weighing it up?Lebih baik mengambil keputusan dengan cepat atau meluangkan waktu lama untuk menimbangnya?

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah keputusannya harus peristiwa besar dalam hidup?

Tidak. Keputusan tentang program studi, tawaran pekerjaan, pindah kota, atau bahkan mengakhiri sebuah pertemanan sama-sama boleh, selama kamu bisa menjelaskan dengan jelas mengapa memilihnya benar-benar sulit, bukan sekadar preferensi kecil.

Bagaimana kalau saya menyesali keputusan yang ingin saya ceritakan?

Boleh disebutkan dengan jujur, tetapi tetap fokus pada poin-poin di kartu. Jangan sampai seluruh jawaban berubah menjadi cerita penyesalan, karena kartu ini terutama menanyakan proses pengambilan keputusannya sendiri.

Bolehkah saya menceritakan keputusan yang saya buat untuk orang lain, misalnya anggota keluarga?

Lebih aman memilih keputusan yang kamu buat untuk dirimu sendiri, karena kartu ini menanyakan apa yang “you” putuskan. Tetapi kamu tetap boleh menyebutkan bagaimana keputusan itu memengaruhi orang lain sebagai bagian dari penjelasan mengapa keputusan itu sulit.

Cue card lain dalam kelompok ini

Satu cue card setiap hari di Telegram

Kartu Part 2 baru setiap pagi, dan satu topik kosakata setiap hari Minggu.

Gabung ke channel

Latih ini dengan umpan balik AI seketika

Rekam jawabanmu di aplikasi dan dapatkan analisis tata bahasa, kosakata, kefasihan, dan pelafalanmu dalam hitungan detik.

Tampilan aplikasi dalam bahasa Inggris; situs ini menjelaskannya dalam bahasa Indonesia.

Terkait di seluruh situs

Semua cue card →