Describe your least favourite film
Ceritakan film yang paling tidak kamu sukai
Describe your least favourite filmCeritakan film yang paling tidak kamu sukai
You should say:
- what the film wasfilm apa itu
- when you watched itkapan kamu menontonnya
- why you decided to watch itmengapa kamu memutuskan untuk menontonnya
and explain why it disappointed youdan jelaskan mengapa film itu mengecewakanmu
Latih kartu ini
Satu menit untuk merencanakan, dua menit untuk berbicara, persis seperti ujian. Rekamanmu tidak pernah keluar dari perangkatmu.
01:00
02:00
- what the film was
- when you watched it
- why you decided to watch it
Rekaman ini hanya tersimpan di browser.
Ingin skor band untuk jawaban ini?
Penguji AI di aplikasi menilai jawabanmu berdasarkan Fluency and Coherence, Lexical Resource, Grammatical Range and Accuracy, dan Pronunciation, lalu memberimu rentang band.
Aplikasi berbayar: berapa harganya · penagihan dan pengembalian dana · Dukungan
Belum yakin posisimu di mana? Ikuti penilaian mandiri tiga menit →
Atau ikuti mock test lengkap →
Ingin kartu untuk besok dikirim kepadamu? Gabung ke channel Telegram →
Di halaman ini
Cara menjawab cue card ini
Kartu ini memintamu menceritakan kisah kecil tentang harapan yang tidak terpenuhi, lalu menjelaskan kesenjangannya. Penguji mendengarkan cerita masa lalu yang jelas, bahasa untuk opini dan kekecewaan, serta alasan yang lebih spesifik daripada “it was boring”. Baris “explain” adalah tempat ragam bahasamu terlihat: peserta tes yang bisa mengkritik film dengan sopan dan tepat terdengar lebih fasih daripada yang mengulang-ulang “bad”.
Sudut yang paling mudah adalah film yang kamu pilih karena alasan yang terdengar bagus saat itu: trailer, aktor favorit, bagian pertama yang sukses, atau saran teman. Dengan begitu ceritamu punya bentuk yang alami: apa yang kamu harapkan, apa yang kamu lihat, dan apa yang kamu rasakan saat keluar. Film yang kamu tonton di bioskop atau di rumah teman memberimu lebih banyak detail daripada film yang kamu tonton setengah-setengah di ponsel.
Kartu ini juga muncul sebagai “least favourite movie”, dan keduanya sama saja. Gunakan satu menit untuk menetapkan filmnya, kesempatannya, dan alasanmu memilihnya, dan buat semuanya singkat. Lalu pilih dua atau tiga hal yang salah, misalnya alur yang mudah ditebak, tokoh yang datar, atau bagian tengah yang lambat, dan beri contoh untuk masing-masing. Sisakan waktu di akhir untuk apa yang kamu rasakan dan apa yang kamu lakukan secara berbeda sekarang.
Kosakata yang memperkuat jawaban ini
Frasa-frasa ini menggambarkan film yang gagal memuaskanmu dengan lebih tepat daripada “boring” atau “bad”.
| Kata atau frasa | Artinya | Dalam kalimat |
|---|---|---|
| a letdown | sesuatu yang lebih buruk daripada yang kamu harapkan | After all that praise, the film was a real letdown. |
| to live up to the hype | sebagus yang dikatakan orang | The film simply did not live up to the hype. |
| predictable | mudah ditebak sebelum terjadi | The ending was so predictable that I whispered it to my friend. |
| a weak plot | cerita yang tipis atau penuh celah | The film had spectacular scenes but a weak plot. |
| flat characters | tokoh yang tidak punya kedalaman atau kepribadian | The heroes were flat, so I did not care what happened to them. |
| to drag | bergerak terlalu lambat dan terasa terlalu panjang | The middle of the film dragged, and I kept checking the time. |
| overrated | dianggap lebih bagus daripada yang sebenarnya | I think the whole series is overrated. |
| to have high expectations | berharap sesuatu yang sangat bagus | I had high expectations because I loved the first part. |
| a waste of an evening | waktu yang dihabiskan tanpa manfaat apa pun | In the end it felt like a waste of an evening. |
| to walk out of the cinema | pergi sebelum film berakhir atau tepat setelahnya | I almost walked out of the cinema halfway through. |
Rencana satu menit
Catatan yang bisa kamu tulis selama satu menit persiapan:
- what: big action comedy, second part of a series
- when, who: last year, Saturday evening, cinema in Lahore, two friends
- why watched: loved the first part, exciting trailer, famous actor
- why disappointed: predictable, repeated jokes, too long, checked my phone
Jawaban yang sama di Band 6, 7, dan 8
Tiga contoh jawaban di bawah ini menceritakan kisah yang persis sama — hanya bahasanya yang berubah. Arahkan kursor ke frasa yang disorot, atau ketuk frasa itu, untuk melihat apa yang akan diperhatikan penguji. Anggap semuanya sebagai gambaran bunyi tiap band, bukan naskah untuk dihafal.
Band 6
I would like to talk about a film that I did not like at all. It was a big action comedy, the second part of a series, and I watchKesalahan sesaat pada tenses: seharusnya “watched” it at a cinema in Lahore about a year ago, on a Saturday evening, with my two friends Bilal and Sana. I decided to watch it because the first part was really funny, and the trailer lookKesalahan sesaat pada tenses: seharusnya “looked” exciting, with many explosions and a famous actor that I like. Also my friends wasKesalahan kesesuaian subjek dan kata kerja: seharusnya “were” very keen to go, so I did not want to say no. But after twenty minutes I understood that something was wrong. The story was, erKata pengisi saat ragu, very easy to guess, and many jokes were the same as in the first part. The characters were not interestingFrasa dasar; membatasi Lexical Resource and the actors just ran around and shouted. The film was nearly three hours long, and I looked at my phone three times, which I never do in a cinema. Even the other people in the cinema seemed bored, because many of them were whispering to each other and some left well before the end of the film. Bilal fell asleep, but we stayed until the end because we hoped it would get better. It disappointed me because I expectKesalahan sesaat pada tenses: seharusnya “expected” something much better, and it was only a lot of noiseFrasa yang kabur; membatasi Lexical Resource without a real story. You knowKata pengisi yang dipakai sebagai penanda ragu, the trailer had shown all the best parts already. Now I always read some reviews before I decide to watch something, so it taught me a small lesson.
Band 7
I’d like to talk about a film I really didn’t enjoy. It was a big action comedy, the second part of a series, and I watched it at a cinema in Lahore about a year ago, on a Saturday evening, with my two friends Bilal and Sana. I decided to go because the first part had been hilarious and the trailer looked exciting, with plenty of explosions and an actor I like. My friends were keen as well, so I didn’t want to be the one who said no. But after twenty minutes I could tell something was wrong. The plot was painfully predictableKolokasi yang kuat untuk opini negatif, and many of the jokes were simply repeated from the first part. The characters were flat, and the actors just runs aroundKesalahan kesesuaian subjek dan kata kerja: seharusnya “run around” and shouted. The film was nearly three hours long, and I checked my phone three times, which I never do in a cinema. Even the rest of the audience seemed restless, with people whispering to each other and a few leaving well before the end of the film. Bilal actually fell asleep, but we stayed until the end in the hope that it would improve. It disappointed me because I’d expected something much better, and what I got was a lot of noise with no real story behind itFrasa nomina dengan keterangan di belakangnya, dipakai dengan akurat. To be fairPenanda wacana yang melunakkan kritik, the trailer had already shown all the best scenes. These days I always read a few reviews before I am decidingKesalahan bentuk: seharusnya “decide” what to watch, so it taught me a useful lesson.
Band 8
I’d like to talk about a film I really didn’t enjoy: a big action comedy, the second part of a series, which I watched at a cinema in Lahore about a year ago, on a Saturday evening, with my two friends Bilal and Sana. I decided to go because the first part had been hilarious and the trailer looked exciting, with plenty of explosions and an actor I like. My friends were keen as well, so I didn’t want to be the one who said no. But after twenty minutes I could tell something was wrong. The plot was painfully predictable, and many of the jokes were simply recycled from the first part. The characters were paper-thinKata sifat yang hidup dan tepat untuk tokoh yang dangkal, and the actors just ran around and shouted. The film was nearly three hours long, and I checked my phone three times, which I never do in a cinema. Even the rest of the audience seemed restless, with people whispering to each other and a few leaving well before the end of the film. Bilal actually fell asleep, but we stayed until the end in the hope that it would pick up. It disappointed me because I’d expected something much better, and what I got was a great deal of noise with very little story behind itKalimat belah (cleft sentence) dipakai untuk penekanan dan keseimbangan. In fairness, the trailer had already given away all the best scenes. These daysPenanda waktu yang membuka sebuah refleksi I always skim a few reviews before deciding what to watch, so, in a way, it did me a favourKomentar penutup yang idiomatis dan menunjukkan keluwesan.
Apa yang menaikkan band
- Kesalahan tenses dan kesesuaian di Band 6 (“I watch it”, “the trailer look”, “my friends was”) sudah akurat di Band 7 (“I watched it”, “the trailer looked”, “My friends were keen”) dan tetap bersih di Band 8.
- Band 6 mengandalkan “not interesting” dan “a lot of noise”; Band 7 memakai “painfully predictable”; Band 8 menambahkan “The characters were paper-thin” dan “in a way, it did me a favour”.
- Band 6 berakhir dengan pelajaran yang polos (“it taught me a small lesson”); Band 7 menyebut hasilnya (“a useful lesson”); Band 8 mengubah kekecewaan menjadi komentar reflektif yang ringan.
Kesalahan umum di cue card ini
- Menganggapnya sama dengan kartu “a film that made you think”: kartu itu menanyakan tentang apa filmnya dan dengan siapa kamu menontonnya, sedangkan kartu ini menanyakan mengapa kamu memilihnya dan mengapa film itu mengecewakan, sehingga bobotnya ada pada harapan melawan kenyataan.
- Hanya mengatakan “boring” atau “bad” tanpa satu contoh konkret, seperti lelucon yang berulang atau adegan yang berlarut-larut.
- Menceritakan ulang seluruh alur alih-alih menggambarkan kesempatan menonton dan reaksimu.
- Melewatkan “why you decided to watch it”, padahal itu latar yang membuat kekecewaanmu masuk akal.
Pertanyaan Part 3 yang sering menyusul
Setelah giliran bicaramu yang berlangsung satu sampai dua menit, penguji biasanya melanjutkan ke diskusi Part 3 yang berkaitan — ini jenis pertanyaan lanjutan yang sering muncul seputar topik ini.
- Why do people sometimes choose to watch a film that critics have not liked?Mengapa orang kadang memilih menonton film yang tidak disukai para kritikus?
- Do trailers and posters give people a fair idea of what a film is like?Apakah trailer dan poster memberi gambaran yang adil tentang seperti apa sebuah film?
- How much do reviews and friends' recommendations affect what people decide to watch?Seberapa besar ulasan dan rekomendasi teman memengaruhi apa yang diputuskan orang untuk ditonton?
- Are films made in your country as popular as foreign films? Why, or why not?Apakah film buatan negaramu sepopuler film asing? Mengapa, atau mengapa tidak?
- Is it acceptable to leave a cinema before a film has finished?Apakah boleh meninggalkan bioskop sebelum film selesai?
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah “your least favourite film” sama dengan kartu “your least favourite movie”?
Ya. Kedua rumusan itu dilaporkan untuk kartu yang sama, jadi jawaban yang sama berlaku untuk keduanya. Pakai kata yang terasa alami, “film” atau “movie”, dan konsisten sepanjang jawabanmu supaya terdengar fasih, bukan campur aduk.
Bolehkah saya memilih film yang terkenal atau mendapat ulasan bagus?
Boleh. Kartu ini meminta reaksimu sendiri, bukan pendapat kritikus. Film populer yang mengecewakanmu bisa menjadi jawaban yang sangat baik, karena jarak antara apa yang kamu harapkan dan apa yang kamu lihat memberimu alasan alami untuk “disappointed”.
Bagaimana kalau saya lupa judulnya?
Tidak perlu judulnya. Sebutkan jenis filmnya, siapa pemainnya, atau tentang apa filmnya, lalu ceritakan di mana dan kapan kamu menontonnya. Adegan yang konkret dan perasaanmu sendiri lebih penting bagi penguji daripada nama persisnya.
Cue card lain dalam kelompok ini
Describe a film that made you think
Cara menjawab cue card IELTS Speaking tentang film yang membuatmu berpikir, dengan kosakata yang berguna, rencana satu menit, dan contoh jawaban lengkap.
Describe a TV programme you enjoy watching
Cara menceritakan program TV yang kamu suka tonton di IELTS Speaking Part 2, dengan kosakata yang berguna, rencana satu menit, dan contoh jawaban Band 7–8 yang lengkap.
Describe an interesting video you watched
Cue card IELTS Speaking Part 2 yang sering dilaporkan tentang video yang menarik, dengan rencana satu menit, kosakata, dan jawaban yang sama di Band 6, 7, dan 8.
Satu cue card setiap hari di Telegram
Kartu Part 2 baru setiap pagi, dan satu topik kosakata setiap hari Minggu.
Latih ini dengan umpan balik AI seketika
Rekam jawabanmu di aplikasi dan dapatkan analisis tata bahasa, kosakata, kefasihan, dan pelafalanmu dalam hitungan detik.
Aplikasi berbayar: berapa harganya · penagihan dan pengembalian dana · Dukungan
Tampilan aplikasi dalam bahasa Inggris; situs ini menjelaskannya dalam bahasa Indonesia.