Describe a person who has inspired you
Ceritakan orang yang pernah menginspirasimu
Describe a person who has inspired youCeritakan orang yang pernah menginspirasimu
You should say:
- who this person issiapa orang ini
- how you know thembagaimana kamu mengenalnya
- what they have doneapa yang telah dia lakukan
and explain why this person has inspired youdan jelaskan mengapa orang ini menginspirasimu
Latih kartu ini
Satu menit untuk merencanakan, dua menit untuk berbicara, persis seperti ujian. Rekamanmu tidak pernah keluar dari perangkatmu.
01:00
02:00
- who this person is
- how you know them
- what they have done
Rekaman ini hanya tersimpan di browser.
Ingin skor band untuk jawaban ini?
Penguji AI di aplikasi menilai jawabanmu berdasarkan Fluency and Coherence, Lexical Resource, Grammatical Range and Accuracy, dan Pronunciation, lalu memberimu rentang band.
Belum yakin posisimu di mana? Ikuti penilaian mandiri tiga menit →
Atau ikuti mock test lengkap →
Ingin kartu untuk besok dikirim kepadamu? Gabung ke channel Telegram →
Di halaman ini
Cara menjawab cue card ini
Kartu ini sebenarnya menguji dua hal sekaligus: apakah kamu bisa menggambarkan seseorang dengan detail yang spesifik dan konkret, dan apakah kamu bisa menjelaskan sebab dan akibat dengan jelas — apa yang dilakukan orang itu dan apa yang berubah dalam dirimu karenanya. Penguji tidak menilai seberapa mengesankan orangnya. Pengaruh yang tenang dan biasa tetapi digambarkan dengan tepat akan mendapat skor lebih baik daripada pengaruh dramatis yang digambarkan dengan kata-kata samar seperti “she is amazing” atau “he changed my life”.
Sudut yang paling mudah biasanya seorang guru, pelatih, kerabat yang lebih tua, atau rekan kerja yang tindakan atau ucapannya masih kamu ingat dengan rinci. Jangan memilih seseorang hanya karena kelihatannya mengesankan di atas kertas kalau kamu tidak ingat momen konkret bersamanya. Poin-poin lanjutan akan cepat menyingkap celah itu, dan isi yang samar itulah yang menurunkan Fluency and Coherence (kefasihan dan koherensi), bukan topiknya.
Soal pembagian waktu, jawab poin “who” dengan singkat (satu atau dua kalimat cukup: nama, hubungan, perkiraan waktu), lalu pakai sebagian besar dua menitmu untuk “how you know them” dan “what they have done”, karena di situlah cerita-cerita yang spesifik berada. Simpan perintah “explain why” untuk refleksi penutup yang sungguh-sungguh, jangan untuk mengulang apa yang sudah kamu katakan.
Kosakata yang memperkuat jawaban ini
| Kata atau frasa | Artinya | Dalam kalimat |
|---|---|---|
| a lasting impression | kesan yang membekas lama dalam dirimu | She left a lasting impression on me during my first year at university. |
| down-to-earth | rendah hati dan praktis, tidak sombong | Despite his success, he’s always been remarkably down-to-earth. |
| to look up to someone | mengagumi dan menghormati seseorang | I’ve looked up to my older sister for as long as I can remember. |
| to lead by example | menunjukkan kepada orang lain cara bersikap lewat tindakanmu sendiri, bukan hanya kata-kata | Rather than lecturing us, she led by example. |
| a turning point | momen ketika sesuatu yang penting berubah | Meeting him was something of a turning point in how I saw my own career. |
| unwavering | tidak berubah, sangat teguh | Her unwavering patience with difficult students always stood out. |
| to instil (a value) | mengajarkan keyakinan atau kebiasaan yang bertahan lama secara bertahap | He instilled in me the idea that mistakes are part of learning. |
| resourceful | pandai menemukan solusi dengan sarana terbatas | She was incredibly resourceful, always finding a way around a problem. |
| to shape someone’s outlook | memengaruhi cara seseorang memandang segala sesuatu secara umum | That single conversation shaped my outlook on failure completely. |
| against the odds | meski keadaannya sulit | She built her business against the odds, with almost no support at first. |
Rencana satu menit
Catatan yang bisa kamu tulis selama satu menit persiapan:
- Who: name, relationship, when
- How I know them: context, how long, what they were like day to day
- What they’ve done: one or two specific actions or moments, not a general summary
- Why it inspired me: the change it caused, still relevant now
Jawaban yang sama di Band 6, 7, dan 8
Tiga contoh jawaban di bawah ini menceritakan kisah yang persis sama — hanya bahasanya yang berubah. Arahkan kursor ke frasa yang disorot, atau ketuk frasa itu, untuk melihat apa yang akan diperhatikan penguji. Anggap semuanya sebagai gambaran bunyi tiap band, bukan naskah untuk dihafal.
Band 6
I would like to talk about my old manager, Aziza, who I work withKesalahan sesaat pada tenses: seharusnya “worked with” for about two years at my first job after university. I know her because she was training the new staff in my team, so I seeKesalahan sesaat pada tenses: seharusnya “saw” her almost every day, especially in first months when, erPenanda jeda alami, kata pengisi ringan, I don’t really know what I am doing. She was a very goodKata sifat dasar yang berulang; membatasi Lexical Resource (penguasaan kosakata) manager and also a very kind person. She never made me feel stupid when I ask a question, even if I ask same question two times. She was very down-to-earth too — for someone quite senior, she sitKesalahan sesaat pada tenses: seharusnya “sat” with junior staff at lunch instead of eating alone, which is a small thing but it say a lot about her, you know. One day I made a mistake in a client report and I think she will beSeharusnya “she would be” dalam kalimat tak langsung bentuk lampau very angry with me. But she just sat down calm, helped me fix it, and said mistakes are normal, this is how people learn the job. What inspireKesalahan kesesuaian subjek dan kata kerja: seharusnya “inspires” me most is she haveKesalahan kesesuaian subjek dan kata kerja: seharusnya “has” patience but also high standard for our work — she never lowered it for anyone. Now, when I train a new colleague myself, I notice I do exactly same thing she used to do, and I think this show how much she really changed my outlook.
Band 7
I’d like to talk about my former manager, Aziza, who I worked under for around two years at my first job after university. I got to know her well because she was responsible for training new staff, so I saw her almost daily, especially during the first few months when I genuinely had no idea what I was doing. What stood out about her wasn’t one dramatic thing, but a pattern — she never made me feel stupid for asking a question, even the same one twice, and despite being fairly senior, she was remarkably down-to-earth, often sitting with junior staffsKata benda tak terhitung diberi akhiran jamak at lunch rather than eating separately. There was one moment I still remember clearlyPenanda wacana alami yang membuka narasi: I made an error on a client report, expecting to be reprimanded — or, well, at least told off firmlyKoreksi diri yang alami di tengah kalimat — but instead she sat with me calmly, helped me correct it, and simply said mistakes are how people actually learn the job. What inspired me most was that combination of patience and high standards; she never lowered her expectations, but she didn’t punish effort eitherStruktur klausa paralel yang seimbang. Looking back, she shaped my whole outlook on leadershipKolokasi yang tepat dan alami more than any course could have, and now that I occasionally train newer colleagues myself, I often catch myself repeating almost exactly what she used to do.
Band 8
I’d like to talk about my former manager, Aziza, under whom I workedKlausa relatif di awal kalimat, struktur yang canggih for roughly two years in my first job after university. I came to know her well because she was responsible for training new staff, so I saw her almost daily, particularly during those early months when I genuinely hadn’t a clueUngkapan idiomatis yang alami what I was doing. What struck me about her wasn’t any single dramatic gesture but a consistent pattern of behaviourPenanda wacana alami yang menata narasi — she never once made me feel foolish for asking a question, even the same one twice, and despite her seniority, she remained strikingly unpretentious, often sitting with junior staff at lunch instead of eating separately. Having made an error on a client report and bracing myself for a reprimand, I instead found her sitting calmly beside meKlausa partisip yang membuka kalimat kompleks, helping me put it right, and simply remarking that mistakes are how people genuinely learn a job. What inspired me most was that rare combination of patience and consistently high standards — she never let expectations slip, yet she never penalised honest effort eitherStruktur paralel yang seimbang dengan kontras yang tepat. In hindsight, she shaped my outlook on leadership far more than any course could, and these days, when training newer colleagues, I often catch myself echoing, almost word for wordParafrasa idiomatis, the very approach she once took with me.
Apa yang menaikkan band
- Band 6 mengulang “very good manager” dan “very kind person” serta tergelincir ke present tense (“I work with”, “I see her”); Band 7 memperbaiki tenses dan mengoreksi diri dengan alami; Band 8 meninggalkan kata sifat yang datar dan beralih ke “strikingly unpretentious” serta “under whom I worked” di awal kalimat.
- Kesalahan sesaat pada kesesuaian subjek dan kata kerja di Band 6 (“What inspire me”, “she have patience”) hilang di Band 7 (“What inspired me… she never lowered her expectations”), dan Band 8 menaikkan gagasan yang sama menjadi kontras yang seimbang: “she never let expectations slip, yet she never penalised honest effort either.”
- Band 6 ragu-ragu dengan “er” dan “you know”; Band 7 menunjukkan satu koreksi diri yang wajar (“or, well, at least told off firmly”); Band 8 sama sekali tanpa keraguan, hanya pembukaan yang lancar seperti “What struck me about her wasn’t any single dramatic gesture.”
Kesalahan umum di cue card ini
- Memilih seseorang tetapi hanya menggambarkan seperti apa dia secara umum, tanpa cerita atau momen yang spesifik.
- Langsung melompat ke “why they inspired me” tanpa benar-benar membahas “what they have done”, sehingga penjelasannya tidak punya dasar yang konkret.
- Terlalu sering memakai “amazing”, “inspiring”, dan “great” alih-alih kosakata yang lebih tepat dan spesifik.
- Kehabisan bahan setelah 45 detik karena orangnya dipilih demi kesan yang ditimbulkannya, bukan berdasarkan seberapa baik peserta tes benar-benar mengenalnya.
Pertanyaan Part 3 yang sering menyusul
Setelah giliran bicara dua menitmu, penguji biasanya melanjutkan ke diskusi Part 3 yang berkaitan — ini jenis pertanyaan lanjutan yang sering muncul seputar topik ini.
- What qualities make someone a good role model?Sifat apa yang membuat seseorang menjadi panutan yang baik?
- Do you think celebrities have a responsibility to be role models?Menurutmu, apakah selebritas punya tanggung jawab untuk menjadi panutan?
- Are people more inspired by family members or by public figures nowadays?Apakah sekarang orang lebih terinspirasi oleh anggota keluarga atau oleh tokoh publik?
- Can a person be inspiring without realising it themselves?Bisakah seseorang menginspirasi tanpa menyadarinya sendiri?
- How has the idea of a "role model" changed over the last generation?Bagaimana gagasan tentang “role model” berubah selama satu generasi terakhir?
Pertanyaan yang sering diajukan
Bolehkah saya menceritakan orang yang belum pernah saya temui langsung, seperti penulis atau atlet?
Boleh. Kartu ini menanyakan bagaimana kamu mengenalnya, bukan bahwa kamu mengenalnya secara pribadi, jadi mengenal karya, wawancara, atau tindakan publiknya sudah menjadi dasar yang sah untuk jawabanmu. Yang penting, jelaskan secara spesifik bagaimana kamu bisa mengenal mereka dan apa persisnya yang mereka lakukan hingga berpengaruh padamu.
Lebih baik memilih orang terkenal atau orang dari kehidupan saya sendiri?
Tidak ada yang otomatis lebih baik. Penguji menilai seberapa baik kamu mengembangkan dan menghubungkan gagasanmu, bukan siapa yang kamu ceritakan. Jawaban yang spesifik dan kaya detail tentang guru atau kerabat biasanya mendapat skor lebih baik daripada jawaban samar tentang selebritas yang sebenarnya tidak terlalu kamu ketahui.
Bagaimana kalau orang yang menginspirasi saya sudah meninggal?
Tidak masalah, dan itu cukup umum. Gunakan past tense secara konsisten saat menggambarkan apa yang mereka lakukan dan seperti apa mereka. Kalau pengaruh mereka masih terasa sampai sekarang, hal itu tetap bisa masuk dengan alami ke bagian “explain why”.
Cue card lain dalam kelompok ini
Describe a friend you have known for a long time
Cue card IELTS Speaking Part 2 yang sering muncul tentang teman yang sudah lama kamu kenal, lengkap dengan rencana satu menit, kosakata, dan contoh jawaban Band 7–8.
Describe a family member you spend a lot of time with
Cue card IELTS Speaking Part 2 yang sering muncul tentang anggota keluarga yang banyak menghabiskan waktu bersamamu, lengkap dengan rencana satu menit, kosakata, dan contoh jawaban Band 7–8.
Describe a famous person you would like to meet
Cue card IELTS Speaking Part 2 yang sering muncul tentang orang terkenal yang ingin kamu temui, lengkap dengan rencana satu menit, kosakata, dan contoh jawaban.
Satu cue card setiap hari di Telegram
Kartu Part 2 baru setiap pagi, dan satu topik kosakata setiap hari Minggu.